siapa yang bayar?

dia tampak seksi dengan baju putih motif bunga bunga lavender, yang katanya, dia pake biar ngga digigit nyamuk karena wangi bunganya. Betul saja tak tampak satupun bentol di kulitnya, bahkan noda merah pun tak tampak. Karena memang pada saat itu dirumahnya habis di fogging dan dipasang obat nyamuk elektrik. Rambutnya pendek, sebahu dengan poni yang menutupi jantuknya. Tau jantuk ngga? Jidat, dahi ato forehead, brow. Aku ngga kebayang ketika mau mencium dahinya. “Yang, kataku. Aku sun sayang yaa di dahi.” Aku berharap dengan ciumanku di dahimu, dahimu jadi mengempis, jantukmu menghilang. Itu harapanku, dan benar saja setelah tak sun sayang, dahinya malah memerah, merah merona seperti senja matahari yang memantulkan cahaya mars. Bukannya malah mengecil, dan ternyata itu bukan dahi, tapi pantat.

Namanya sesey, mungkin kalian tak familiar dengan nama itu, klo aku sih…. ngga juga. Katanya namanya itu pemberian dari buyutnya, buyutnya yang sering uyut. Uyut oleh hal hal yang kecil tapi menjadi besar seperti sebuah kapal titanic yang menghantam salju. Aku sempet tanya buyutnya, kok sesey yut? Jadi begini cuk. Aku dipanggil Cuk, karena emang aku sempet kuliah di surabaya, jadi biar akrab. Sebenernya nama itu adalah nama yang tidak diinginkan, karena waktu ibu nya ngidam, dan terjadi pembicaraan antara ayah dan ibunya untuk mencari nama, pas ada anjing lewat, dan memakan daging ayam diatas tanah. Kontan saja buyut menghardiknya, sek….sek….sek…. Jadi teriakan itu memberikan ide kepada ibu dan ayahnya, “Ayah, gimana kalo anak kita, kita berikan nama sesey.” Ayah: “wah nama yang bagus bukk, berlian sekali ibu, pintar. Mulai sekarang kuberi kau nama sesey.

Aku kenal dengannya lewat instagram. Maklum pria single yang doyan main perempuan. Kuambil acak saja search di IG, sung dapet nama dan mulai lah percakapan itu. Yaaa, biasalah klo cewek, jual mahal dulu. Sebenernya aku tidak suka dengan sebutan “jual”. Itu seperti memperdagangkan, sebuah kata transaksi dan merendahkan martabat cewek. Jadi lebih tepatnya, menjaga harga diri. (kutulis ini biar wanita senang). Ya begitulah awal pertemuan kami. Lewat IG, awalnya say “hey”, kemudian say “say”. Kami sempat tuker tukeran foto loh. Foto waktu dia lagi mandi di bawah air terjun git git. Dengan memakai sehelai selendang putih, dan memakai jas hujan. Dan aku ngga mau kalah dong, tentunya. Kukirim dengan segera foto itu, dengan foto waktu aku lagi jongkok di sungai, nangkap lele. Lele berwarna kuning keemasan. Dia terkesima dan kagum melihatnya.

Kami janjian, hari itu Minggu, tanggal 6 januari 2019. Di salah satu pasar senggol ternama di kotaku. Kreneng namanya, itu tempat kece banget. Banyak kuliner enak disana. Salah satunya nasi jinggo kuning dan soto ceker, ditambah telur mentah isi madu dan jahe. Biar tambah perkasa. Nah, ketika kujemput itu, dia mengenakan gaun putih tadi motif bunga lavender, buat ngusir nyamuk. Kujemput pake kendaraan, harga diri dong, masak jemput pake sepeda gayung. Harus bawa mobil. Lalu kuparkir scoopy ku di depan rumahnya. Sambil membawa mobil mainan. Kemudian dia turun dari tangga, waktu itu angin sangat kencang, sampai meniup roknya, rambut hitamnya terurai diterpa angin, yang memperlihatkan betapa sexy jantuknya….

Lalu kami berangkat, berdua boncengan, awalnya tangannya dia memegang tas, lalu kubilang, kamu ngga kedinginan, aku bukan supir ojol loh, kamu bisa kok menganggapku panda mu. Peluk saja aku lalu kamu akan menjadi hangat. Dia tertawa ha…ha…ha… sampil mengeplak helmku dengan sendal nya. “Dasar mesum !”

Sesampainya di pasar kreneng, kami lalu turun.. wuihh sudah rame disana, banyak kawula muda bertebaran. Aku bukakan helm di kepalanya sambil mengobrol, tapi ngga bisa juga lepas ci.. aku tarik sekuat kuatnya, ngga juga lepas, sampai dia sesak nafas. Aku naik kemotorku, pegang helmnya trus kujalankan motorku… ngeeengggg, ngga juga lepas. Ternyata itu helm tukang parkirnya.

Lalu kami menghampiri dagang be guling, bihh kulitnya coklat renyah, masih keluar asap dagingnya ketika dipotong.. klee jaennnnn kali… kami sempet suap suapan lhoo. “Aaaaa….sayang….aaaa…aaaaa….” aku bilang gitu ke dia, lalu dia membuka mulutnya lebar lebar, dan kumasukkan tisu kedalam mulutnya. Romantis sekali..
Setelah melahap hampir 2 piring nasi be guling, lalu tiba pada saat membayar. Kata sodaraku, “jikalau kau menemukan seorang wanita lalu dia ngga maw dibayarin, itu artinya wanita itu pantas dipertahankan.” Aku diam saja, melihat reaksinya, ternyata dia juga diam, sambil curi curi kesempatan bermain hp, membalas WA dari pria lain. Hahahahahahaha
“Yang, kataku, kamu ngga maw bayar?” kleee sampe nagih, biar membuktikan klo dia pantas dipertahankan. “hmmmm, aku ngga bawa uang kecil, uang di dompetku besar semua, warna merah.” begitu dia berujar. hmmm, kataku, “Ada kok susuk disini, kembalian ada, klo nggga ada kan bisa tukar sama tukang parkir”. Dia menjawab, “coba ku cek dulu ya dompetku”, ternyata setelah di cek dompetnya kosong, ohhh dia ngga bawa cash. “Sorry ya cuk, aku cuma bawa debit aja, OV* ada, Jeni**s juga ada. Disini bisa bayar online ngga?” Aku berpikir dengan keras, gimana caranya biar dia bisa bayar, biar aku yakin bisa tetap mempertahankan dia sebagai calonku. Dan akhirnya, aku pun menemukan solusi, “Yang, ini dompetku, kamu ambil aja uang didalam sana ya, dan bayar ke dagangnya”. “oohhh tentu dengan senang hati, katanya..” ….Dan saat itu pula aku yakin bahwa dialah jodohku dan pantas untuk dipertahankan…

Advertisements

serba salah

tokek….tokek….tokek…. pagi sudah mulai tiba, Awan yang awalnya berwarna hitam, sudah berubah pelan pelan menjadi keemasan, tandanya sang surya mulai menampakkan diri ke semesta ini. Sang suryanya bukan yang di film shani tapinya.

Belakangan ini udara menjadi lebih sejuk, tidak seperti sebelumnya yg terasa panas menyengat, seperti si laknat. Sehingga ketika tidur mesti pake ac. Air iCe yang di taruh di dalam ember terus dikipas pake angin biar suejuk. Udara pun terasa fresh sueger. Enaknya suasana gini duduk di depan teras, sambil menunggu kopi buatan bini yang tidak berbikini di pagi hari. Enaknya tuh ketika baru bangun, disebelah ada orang, lagi rebahan arah ke samping, berambut panjang, berbaju putih. Baru noleh hiii ternyata kuntilanak. Baru maw di mik pok neh, kecele. Gara gara film kuntilanak 2 si ini, jadi kebayang bayang.

Normalnya di usia seperti aku ini yang kian senja seperti sang kala beranjak menua, harusnya ada sosok wanita yang disebelah menemani. Bukan bantal guling yang penuh noda noda tak berdosa. Enaknya kan pagi bangun, sreetttt, tepuk tepuk pundak bini, sambil cium nafasnya yang wangi kayak naga.. trus bilang, “Yang hari ini kamu tampak lebih cantik, lebih wangi.” Gitu kan, biar maw dibuatin kopi. Pdahal belum sikatan, nu pelisan. Tetep aja dibilang cantik hahahahahaha

Memang ini merupakan bayangan masa depan yang belum juga terealisasi hingga kini, sampe piala dunia sudah memasuki babak semifinal mempertemukan 4 negara, prancis, belgia, inggris dan kroasia. Belum juga bertemu dengan wanita yang bakal di bangunin tiap pagi di tempat tidur.  Mungkin memang belum waktunya, ditunggu aja. Tunggu hingga padi padi semakin menunduk, tanda sudah siap dipanen. Tunggu daun daun kaktus yang basah karena embun di pagi hari, tunggu hingga dagang siomay berkelamin ganda.

Tau ngga apa ngga enaknya masih single di usia sekarang, jadi seba salah tawang ci. Contohnya gini, misal, jalan sama ponakan, masih cantik, muda. Ini cuma jalan aja, biar ada nemenin. Udah dah dinilai negatif. Dibilang suka, dibilang karna ngga laku laku akhirnya deketin ponakan sendiri. Kleeee cang nu waras nok. Aku masih waras, aku bukan pedofilia. Walau aku tau emang cantik sih hahahahahaha.

Jalan ama sodara cewek dah dibilang kayak pacaran, kemana mana berdua, ke vihara berdua, maksudnya sih sendiri aja biar bisa ketemu siau ce apa namanya tuh. Biar dikira sendiri. eh kamu jomblo ya, jomblo mesum kan, yg tiap kali liat wanita hidungnya berair dan membesar, trus dari mulutnya keluar air. Loe pikir gwa pat kay cukk, loe pikir gwa babi. Ngga segitunya kali, gwa ini kan siluman laba laba.

Punya ponakan cowok kecil, kemana mana diajak, main, jalan. Dibilang pedofilia lagi. Klee.. kenapa orang selalu berpikiran negatif sama orang yg masih single ya.Apakah ini karena efek tik tok, ato sosial media. Dimana orang dengan gampangnya memberikan informasi yang belum tentu kebenarannya, ato orang bebas mengumpat orang lain, ato orang cuma memanfaatkannya untuk pencitraan biar seolah olah dinilai baik. Foto nenek nenek tua, lagi jualan sabun di jalan, ato lagi mungut mungut sampah. Trus komen “aduhhh,, kasian ya nenek ini semeton, coba bantu beli sabunnya ya, terus sabunin neneknya biar bersih dan wangi.”  Kleeee, klo berbuat baik ngga usah loe pamerin cuk. Kalo loe mandi pake sabunnya si nenek terus dipamerin itu baru namanya fenomenal. “Eh sahabat medsos, hari ini aku beli sabun dari nenek tua di lampu merah, nah ini sabunnya, ni… aku pake mandi ya, ni liat liat…” gitu dong, porno loe.

Jalan sama cowok berdua ke abian center, liat pembukaan PKB, sama sama single, udah di komen, “jalan sama siapa? , ohh ama temen cowok. ihhh kok cowok sii, jomblo juga ya, iya kenapa?  astaga, kalian homo?”  Bak pikir, masak jlan ama temen cowok dibilang homo, padahal udah ngga pegangan tangan.

jadi serba salah kan. gini dah akibat jadi single, pas malam minggu rumah lampunya dimatiin jam 9 malam, terus ada yg liwat, di komenin. “Mih, jam segini udah tidur, ngga malam mingguan?”  dengerin komen ini dah, agak tis tis gimana kupingnya, udah tau orang single misi bilang, ngga malam mingguan? jeg mekite ngempug pake lesung. hahahahahahaa. Itu lampu mati karena emang lagi keluar, nongkrong di depan matahari mall, liat mbak mba spg yang pulang malem, yg masi wangi, yang make upnya masih ngga luntur karna pake make up permanen ngga bisa dihapus, besok tetep kayak gitu lagi payasannya. Ngongkrong depan mc d, sambil makan es krim sundae, colek..colek… ditelan, sambil liat motor lewat, ngeengggggggg, gitu aja sampe subuh, hahahahahaha seng ngelah gae ape..

ya jadi harap maklumi lah ya, aku ini single bukan berarti aku ini sembarangan, aku masi tau norma norma kehidupan yang diajarkan waktu sd, smp dan sma lewat pendidikan moral pancasila ato pmp. Penting ternyata ci pelajaran ini, kok dihilangin ya. aku ngga serendah itu, walopun tubuhku ngga tinggi tinggi amat, aku ini cuma single, gitu tok !

Pria Misterius

… dan petualangan mencari pasangan hidup terus berlanjut, kali ini dengan mencoba beberapa macam cara dan metode. Mulai dengan mendownload aplikasi Tinder, set radius sepanjang 25km, upload foto profile dengan mencari foto terganteng dan terbagus, sampe pinjem hp oppo satpam depan gerai ponsel di teuku umar yang katanya selfie nya paling bagus, karena hanya dengan sekali jeprett, fotomu sangat teramat bagus. sangking bagusnya kamu bisa pangling liat foto kamu sendiri. uch..uch.. siapa ya pria di foto ini misterius sekali…   Kemudian dilanjutkan dengan set tgl lahir, memang aku akui klo berbicara usia aku berbohong. Aku yg berusia 40 tahun ku set menjadi 17 biar tampak abg , muda belia tampak mempesona seperti anak jalanan. Biar gadis gadis itu nengok dikitlah. Dan mereka pasti berkata, “siapa sih om om ini, tampak misterius, udah tua bau tanah masih juga maw kliatan muda…”.

Nah, yang paling repot dengan aplikasi Tinder ini, aku harus rela jempolku memerah dan membesar untuk menggeser foto foto ratusan wanita ke kiri untuk not like dan kekanan untuk like. Aku liat fotonya, ku geser ke kiri, liat lagi foto berikutnya geser lagi ke kiri,  lagi ke kiri, ke kiri geser lagi, lagi geser ke kiri, ke geser kiri lagi, demikian seterusnya, loh trus kapan ke kanannya coeg? ternyata itu bukan foto wanita tapi shemale… salah koe coeg…  like it said, “ÿou just need to move your thumb to the left or to the right and you will get nothing”

Usaha menggunakan aplikasi Tinder kurang berhasil, karena ada yg tersakiti, jempolku, lalu aku mencoba cara lain, lewat facebook messenger, pertama tama cari cari foto dari temennya temenku, my friend friend. Kemudian klo dirasa cocok, aku coba add, setelah menunggu dan tidaklah lama, seminggu, dua minggu, sebulan, tiga bulan kadang tidak di approve. Mulailah mencoba menggunakan aplikasi messenger, mencoba menyapa, kata kata awal yg muncul adalah: “hello? siapa aku?” biar yg baca bingung. Kadang ada yg merespon, “Halo papaaaaaa… aku anakmu yg telah lama hilang…”

Sempet berkenalan dengan seseorang, ngobrolnya lancar jaya, klo dibandingin dengan bus antar kota antar provinsi chattingnyannya lebih cepet dari bus bus itu. Setelah sekian banyak mengobrol ternyata doi bilang, “saya tau kemana arah pembicaraan ini, hai dasar pria hidung belang !” “dasar penjahat kelamin !” damn, ojo ngono ngono amatlah girl, nih ya padahal klo dilihat ke cermin hidungku ngga belang belang amat.  Lalu penjahat kelamin?  aku sendiri ragu apakah aku punya kelamin ato kagak. “Kemana emangnya mba arahnya?” trus dia bilang “keatas, kebawah, ke kiri 2 kali dan kekanan 2 kali” kebetulan waktu itu lagi membicarakan tentang cara pemanasan yang baik. Bukan ngajakin nonton film ke 21 kok, beneran, jujur kok aku. Wakakakakaka

Nampaknya cara messenger juga tidak mempan, aku coba tanyakan kepada gadis gadis muda belia jaman now itu yang masih doyan pake celana gemes, padahal udah ngga nggemesin lagi, apa sih yg dicari sama mereka sebenernya dari seorang pria. Lalu mereka bilang, koko kalo diajak kenalan, jangan gampang ngasi informasi tentang diri koko, jadilah pria misterius, tepatnya om om misterius. hahahahahaha …

Lah trus gimana caranya ya pikirku, lalu aku coba dengan memakai kacamata hitam, kemudian memakai masker, jas dan topi merk eiger. Biar terkesan misterius. Jadi mulai hari ini tiap kali berkenalan dengan wanita aku memakainya, biar misterius…

*kisah ini cuma buat hiburan, semoga menghibur diantara bencana yg lagi melanda semoga semua tidak apa apa.*

sosok yang licin

Dia berkulit kuning langsat, secerah sinar sang surya. Tapi terkadang kulitnya bisa berubah menjadi lebih gelap, kuningnya menjadi kabur tak tampak. Dia moodyan. Terkadang malu untuk keluar, senengnya berada di dalam saja, ngumpet sampe di tengah lorong. Rasanya sulit mengajak dan memancingnya untuk keluar.  Kadang kurayu dia, kuberikan air biar terasa segar. Pernah juga kupegang erat dengan maksud agar dia maw. Tapi sayang dia menolak. Dia pintar mencari alasan, tapi asalannya cuma satu, yaitu diam. Tapi anehnya kalo dia sudah mood dia akan mudah muncul ke permukaan tanpa kupinta. Dan terkesan gampangan. Kemana mana dia selalu mengikuti, mengekor denganku. Aku sampe bingung, ada ya kayak begini…

Pernah suatu ketika dia tidak mood, tidak pengen kemana mana, kupaksa keluar. Pertama kubasahi dia biar maw keluar, karena kalo sudah licin pasti maw keluar, tapi ngga berhasil. Mataku sampe terpejam, berdoa, biar dia maw keluar. Tapi ngga berhasil juga. Kadang mata ini sampe keluar ait netes sendiri, sedih. Segala upaya dilakukan membujuk dia, “ayo dong sayank, keluar dong masak kamu ngga maw sii…”  keras kepala sekali doi… Kurayu pake bunga yang wangi dan harum, kuhampiri dia di lorong yang dalam itu, kucoba memegangnya, tapi dia tetap bersikeras dan keras. hufftttt… Kadang kuputarkan musik EDM dan mengajaknya melompat lompat, biar maw aja dia keluar. Tapi ngga bisa. Sampe aku ikutan kelas yoga, yang gaya jungkir balik itu. Tetep saja ngga bisa, payaahhhh… Kadang kunyanyikan dia, lagu Resah nya Payung Teduh yang liriknya seperti ini:

Aku ingin berjalan bersamamu dalam hujan dan malam gelap, Tapi aku tak bisa melihat mu
Aku ingin berdua denganmu di antara daun gugur Aku ingin berdua denganmu tapi aku hanya melihat keresahanmu” tapi tetep dia ngga maw juga keluar, kleeeeee sungguh tough sekali..

Akhirnya aku pasrah, aku bersimpuh dan memohon…

Tuhan, tolong baim, agar supaya upil ini bisa keluar…. Amin….

(Cerita ini terinspirasi ketika habis beli roti coneto di sesetan, tampak tukang parkir dipojokkan yang dengan tekunnya mencoba mengeluarkan upil dari hidungnya sampe matanya merem melek, kasihan kamu…, semangat kaka!!)

 

kapan menikah …?

pidan nganten win? kapan nikah win ? kapan bro? aku udah punya cucu kamu belum juga nikah. adalagi yang bilang, cucuku udah maw punya cucu kamu belum juga menikah. Kleeee emang umur berapa khe nganten? sampe cucu bisa punya cucu, jadi cicit dong lu bro. Klo di silsilah tionghua jadi kong co ato mak co.

pertanyaan yang sering ditanyakan kepadaku, berulang ulang, berkali kali, klo ini sebuah kaset isinya cuma pertanyaan2x itu side A dan side B. masih jaman ya kaset? gimanapun kita mesti tetep melestarikannya, jadi klo sudah habis pitanya di sebelah kiri mesti dibalikin muternya ke sebelah kanan pake spidol. Kebayang ngga? klo kagak kebayang berarti tau kan setua apa aku ini?

ya begitulah, misteri kehidupan, kita tidak ada yang tau, kapan waktu bertemu dengan jodoh, kapan waktu untuk menikah, siapa jodoh ku nanti, manusia tidak ada yang tahu. paling yang tahu cuma tukang tahu yang kerjaannya membuat tahu, apakah aku harus bertanya kepada tukang tahu, biar tahu apa yang dia tahu? ato apakah aku harus makan tipat tahu, untuk mencari tahu apa yang aku ingin tahu. Tipat tahu yang enak itu ada di pertokoan diponegoro yang belinya sering antre, coba deh enak banget, sangking enaknya pasti pengen antre lagi.

tiap kali orang bertanya paling aku membalasnya dengan senyum-an, canda-an, tawa-an, jambak-an, tonjok-an, smackdown-an, bakw-an, cumbu-an, rayu-an.

Terkadang hari jumat itu adalah hari bahagia yang paling akhir yang kurasakan tiap minggunya. kenapa? karena besoknya sudah malam minggu, kemudian minggu. 2 hari itu adalah hari tidak bekerja. Terasa menantang sekali rasanya. Kalo dirumah saja pas malam minggu dibilang jomblo akut sama tetangga.  Kalo keluar, trus melihat orang pelukan trus rangkulan trus cumbuan trus ciuman trusss… ahh sudahlah…. Kebayang kan gimana rasanya? Kadang aku bertanya pada diriku sendiri, kemanakah malam minggu ini? Apa aku harus lari ke hutan lalu belok ke pantai? pernah suatu ketika aku coba berlari ke hutan kemudian belok ke pantai, jauh sekali jaraknya. hutannya di bedugul, beloknya di pantai sanur. dan anehnya lagi baik di hutan atopun di pantai, si tukang tahu ada berjualan disana.

Pernah juga suatu ketika ada tetua yang bilang padaku kalo ingin cepat dipertemukan dengan jodohmu, sewaktu ada sodara ato teman menikah, peganglah Kerisnya, niscaya jodohmu akan semakin dekat, dekat sangat dekat, bahkan dekatnya sampai nempel di hidung. Tiap bertemua dengan kakek ini, aku selalu mencangkupkan kedua tanganku sambil memanggilnya “Tetua !!!”  seperti di film film silat mandarin. Pernah kucoba, sewaktu ada sodara yang menikah, dia dan aku cuma berbeda satu minggu saja, aku lahir di bulan maret dan dia lahir di bulan desember. Sewaktu hadir di pernikahannya, hal yg pertama aku liat dari dia adalah Keris. Dimana ya Kerisnya pengen tak pegang. kemana mana aku ikuti, kok ngga kelihatan Kerisnya, lalu kain kamennya tak singkap, saking pengennya pegang Keris. Tapi apa yang terjadi, aku salah memegang Keris, ternyata “Keris” yang lain tak pegang, pantesan lembek dan lentur.

Kalian tau ngga menu apa yang disajikan di nikahan ini? Dengan konsep warung kaki lima segala macam makanan yang seolah olah didagangkan, dan  si tukang tahu adalah salah satu “pedagangnya” sambil menjajakan tahunya disana, ya elahhhh mesti antre lagi ni kalo maw ambil tahunya. Ini si tukang tahu ngga di tempat jualan ngga di tempat nikah selalu ramai.

ya begitulah ceritanya, serba serbi orang yang belum menikah, tidak mudah memang cobaannya, tapi ya beginilah kehidupan suka ato tidak suka mesti di lalui. tapi ingat jangan pernah penyerah dengan kehidupan, jangan cuma bisa pasrah dengan kehidupan, jangan sia siakan jiwa mudamu. Gunakan waktumu untuk hal yang bermanfaat. Bila bukan kamu yang merubah nasibmu siapa lagi? apakah kamu mesti minta tolong lagi sama si tukang tahu?

 

susahnya ngomong ‘Hi,..’

Dia wanita berbaju biru tosca dan dibelakangnya tampak tulisan “Continous and never ending improvement”, leggingnya berwarna hitam, sepatu yang dia pake adidas energy Cloud. Rambutnya panjang dan dikuncung kuda. Bila sedang lari rambutnya bergoyang-goyang kanan dan kiri, kadang melompat keatas dan kebawah seperti kuda poni. hap..hap..hap…

Larinya sangat kuat, terbukti dengan pacenya yang 5.45, tak terkejar olehku. Dia rutin lari setiap hari, kecuali sabtu dan minggu, senin selasa dan rabu, kamis dan jumat. Kulitnya oriental, parasnya manis, semanis madu asli khas sumbawa dari lebah lebah pekerja yg berenergi. Bodynya sintal dan dadanya seolah olah berontak ingin keluar dari bajunya, lepaskan aku…lepaskan aku….

Dia paling sering berkumpul di depan kantor gubernur sebelah barat bersama teman temannya selepas menjadi pekerja di salah satu bank.  Biasanya sebelum mereka berlari, mereka melakukan pemanasan dlu diiringi lagu Despacito dan disusul dengan lagu Kokoronotomo.

Ketika berlari, beberapa kali dia menyalipku, kadang kusalip kembali, lalu dia menyalip kembali dan kamipun salip salipan seperti balapan motogp antara valentino rossi dengan marc marquez, sambil tiap kali menyalip menoleh kearahnya, dengan wajah yg bersinar dia tersenyum walopun tampak wajah yang memerah dan kecapean, tapi dia trus berlari.

Penasaran dibuatnya, siapa namanya? ingin bertanya, tapi apa daya semenjak kejadian itu tak lagi berani menyapa wanita secara langsung ataupun memulai mengobrol pertama kali dengan wanita yang baru dilihat.

Trauma yang terjadi ketika suatu ketika di gramedia, ada wanita berbaju merah, dengan rambut panjang terurai yang kuikuti dari belakang, karena jalannya yang memikat tapi ketika disamperin dan disapa ternyata dia shemale.  Kejadian lain ketika berkenalan dengan anak kuliahan yang disamperin waktu dia lomba debat bahasa inggris, ditungguin sampe sore. Lalu kemudian, ketika sudah mulai jalan beberapa kali, lebih banyak ngobrol tentang teman laki lakinya daripada ngobrol yang lain. Laki laki mana yang suka digituin, biasanya laki laki yang menggituin biar cepet hamil. Kejadian ketika menyapa wanita dengan kata kata ‘Hi..” dan terjadi moment yg hening senyap, seperti orang orang sekitar mendadak diam, ngefreeze, cuma terdengar suara jangkrik..krikk.krikk.. pernah juga ketika menyapa seorang gadis “bapakmu anggota dpr ya?” Dan dia menjawab “saya tak punya bapak ko” aduh merasa bersalah, trus ibumu pns yaa? “Saya juga tidak punya ibu” aduhhh makin bersalah. Trus ada sodara mungkin? Kakak ato adik? “Saya tidak punya siapa siapa ko” Trus kalo gitu kamu  lahir darimana? “Saya lahir dari batu ko, seperti sun go kong”

Kejadian kejadian itu menyebabkan aku tak berani lagi menyapa wanita, tapi untuk si cewek oriental ini kumulai berpikir keras, gimana cara menyapanya… Apa harus memulai ‘Hi…’ lagi…, ato dengan ‘halo selamat hari minggu..’ padahal hari itu hari senin. Ato nanyain rumus matematika, Hi pi itu berapa sih? bener ya pi=3.14159265…. aduh…engken carane… gimana caranya…???

aku terus berpikir, sampe rambut di kepala memutih, rontok dan botak.. gimana caranya memulai kenalan dengan wanita yang baru dilihat.. help meeeeee please !!!

 

 

Ada iPhone ada cewek

Kemaren malam aku pergi ke abian center (Art Center, 8.6556° S, 115.2336° E), dengan maksud untuk mencari jodoh. Seperti kata pepatah cina kuno bilang: “semakin kamu bertemu orang banyak di keramaian maka semakin pusing kepala kamu”.

Kupakai celana pendek coklat yg kubeli di rsch seharga 249 ribu, baju biru captain America menjadi pasangannya yg kudapat dari browsing di tokopedia, crion nama tokonya. Sendal dan topi hitam eiger pun tak lupa kubawa. Kuberangkat sekitar pukul 7 malam, selepas melalap habis  4,5 putaran di lapangan renon. Dengan peluh yg masih bercucuran aku pun berangkat menuju ke lokasi. Peluh ini terus keluar dikarenakan metabolism di tubuh berjalan dengan baik, karbo beras merah, sayur pok coy dan daging ayam bakar dengan cepat di proses oleh tubuh, menghasilkan energy berupa keringat. Pada saat itu memang cuaca agak panas dan aku memakai hoodie. Gek oopy motor kesayangan, yang kalo lupa dicuci seolah olah berkata padaku, “tolong Bli, jaga perasaan gek”,  ku starter, pintu rumah ku kunci 2 kali “ceklek, ceklek” pintu pagar berwarna cream dan gembok merk solid abu abu ku pasang.

Seperjalanan menuju abian center,  mulai dari jalan teuku umar sampe depan level 21 masih lengang ngga begitu macet. Sreetttt belok kekiri sampe diponegoro, jalan mulai padat dipenuhi mobil mobil plat luar, ada B, C, L sampe PA. mantep kali. Apalagi ketika lewat lapangan puputan, tambah banyak tentaranya disana.

Kemudian sampe di jalan hayam wuruk menuju ke abian center. Ku belok ke tempat parkir motor. Kena karcis 3000. Kubayar pake 50 ribuan yg ada gambar tari legongnya, pang kewehan nyusuk. Dari tempat parkiran ku mulai tebar pesona, kukeluarkan pomade Murray’s yg kubeli dari Barber Shop seharga 100 ribu dari pantatnya gek oopy, tak lupa sisiran pake sisir hitam, sreettt..srettt.. biar klimis. Pernah liat gaya rambut Andy Lau yang menikah di usia 47 tahun? Nah rambutku sama sekali tidak mirip.

Ku melangkah menuju kalangan ayodya, melewati tenda tenda terpal warna biru dari pedagang pedagang, lapaknya banyak banget, ada yg jual makanan, fidget spinner, sampe jam tangan merk fosil yg ‘S’ nya cuma satu. Setiap ada cewek liwat kulirik, tak kejit kejitin, siapa tau tergoda. Padahal cewek itu berpikir ni cowok kenapa? Sarap kali ya. Cara kejit kejit tidak berhasil, aku mulai mengeluarkan cara kedua, seperti buku panduan yg kubaca,  jika cara pertama tidak berhasil, lakukanlah cara kedua. Cara kedua, pamerkanlah barang yg paling mewah yg kamu punya. Kebetulan barang yg paling mewah yang aku punya hanya sebuah HP merk xiaomi note 3. Soalnya mobil dan kalung emas yang ada masih kutitipkan sama penjualnya.

Sreettt.. ku keluarkan dari saku celana, kumulai buka buka, scroll keatas scroll kebawah ngga jelas, sambil duduk dekat rombongan cwek cewek. Mereka sudah seperti kumpulan gadis gadis di film AADC, jadi tiap kali denger music mereka langsung berkumpul dan nge-dance. Ketika dengerin curhat cowok dari salah temennya mereka langsung saling peluk dan nangis. Ketika aku lagi sibuk scroll ke atas dan kebawah, salah satu dari cewek itu menatapku, kupikir dia tertarik. Aku makin PD, scrollnya aku cepetin, kebawah…keatass… begitu seterusnya, dan yang terjadi cewek itu bertanya kepadaku, Ngapa ngapain Bli? Bli sarap ya? Seng ngelah gae, scroll scroll ngga jelas.. Ini begini caranya deketin cewek, dia mengeluarkan HP dari dalam bra nya, iPhone, ohhh my god… iPhone..???

Nyaliku langsung menciut melihat iPhone, ku tau harganya sekarang, yg 5s 2,99 juta, iPhone 6 5,79 juta, apalagi yg 6s dan 7 lebih mahal lagi. Bahkan kita bisa dapet rumah klo bli iPhone (Klo iPhonenya berhiaskan berlian tapinya). Walopun si cewek itu Cuma bawa 4s tetep aja namanya iPhone. Mendengarkanya aja aku gemeteran apalagi melihatnya…

Kemudian, aku pun mulai berpikir dan menangkap mimic dan maksud dari si cewek itu. Kalo ingin mendapatkan cewek pakailah iPhone…